Berita

  Mengapa Perkataan Bisa Jadi Kenyataan? Perkataan Mempengaruhi Pikiran Apa yang sering kita ucapkan akan mempengaruhi cara kita berpikir. Pikiran yang terbentuk dari kata akan membentuk keyakinan. Contoh: Jika seseorang sering berkata “Saya bisa
Ungkapan “kata bisa menjadi nyata” mengandung makna bahwa apa yang kita ucapkan atau sampaikan melalui kata-kata dapat memengaruhi kenyataan, baik secara langsung maupun tidak langsung. Makna Mendalam: 1. Kata Mempengaruhi Pikiran dan Tindakan Kata-kata yang diucapkan
Pertanyaan kamu makin menarik karena sekarang konteksnya mahasiswa STIKES Sehati—artinya kamu mungkin sedang berada di fase kuliah kesehatan (keperawatan, kebidanan, analis, atau sejenisnya), dengan penghasilan terbatas, beban kuliah tinggi, dan mungkin juga tuntutan sosial atau keluarga.
Pertanyaan ini menarik karena terdengar paradoks: kenapa saat irit malah duit terasa makin dikit, dan saat boros justru makin banyak? Secara logika ekonomi, ini bertentangan dengan prinsip dasar pengelolaan keuangan. Tapi mari kita uraikan beberapa alasan psikologis, praktis, dan kontekstual di
Ngobrol Prodi Administrasi Rumah Sakit (NGOBARS) Seri 1 Sebagai upaya menumbuhkan budaya diskusi dan sharing ilmiah sekaligus memberikan pembekalan untuk peningkatan kompetensi akademik mahasiswa, Program Studi Administrasi Rumah Sakit (ARS) telah menyelenggarakan acara Ngobrol Bareng Program
Prokrastinasi pada mahasiswa STIKes Sehati (atau mahasiswa kesehatan pada umumnya) bisa menjadi masalah serius karena bidang studi ini menuntut kedisiplinan tinggi, beban akademik yang berat, dan keterampilan praktik yang tidak bisa ditunda-tunda. Menunda tugas atau belajar dapat berdampak langsung
Prokrastinasi adalah kebiasaan menunda-nunda pekerjaan atau tugas yang sebenarnya penting atau mendesak. Orang yang mengalami prokrastinasi sering kali menggantikan aktivitas yang perlu dilakukan dengan hal-hal yang lebih menyenangkan atau tidak penting, meskipun mereka tahu bahwa menunda itu bisa
Mencintai diri sebagai mahasiswa STIKes Sehati, atau mahasiswa kesehatan pada umumnya, bisa terasa menantang karena tekanan akademik, praktik lapangan, jadwal padat, dan tuntutan emosional. Tapi justru karena beban itu, self-love jadi semakin penting agar kamu tetap sehat secara fisik, mental, dan
Mencintai diri sendiri (self-love) adalah proses yang penting untuk kesejahteraan emosional, mental, dan bahkan fisik. Ini bukan tentang menjadi egois, melainkan tentang menerima, merawat, dan menghargai diri sendiri apa adanya. Berikut beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk mencintai
Sebagai mahasiswa di STIKes Sehati (Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan), kamu berada dalam bidang yang menuntut dedikasi tinggi, baik secara fisik maupun mental. Merasa ingin menyerah itu wajar, terutama ketika harus menghadapi ujian, praktik lapangan, tugas menumpuk, dan tekanan emosional. Berikut